Mejelang akhir Maret 1984, saya bersama seorang teman senior sekantor bertemu dengan Bapak Abdul Malik Momongan di sebuah ruangan di Bank Indonesia Kebon Sirih, Jakarta. Kami berwawancara – tepatnya mengobrol – dengan beliau dalam suasana yang santai dan nyaman. Menjelang akhir obrolan, beliau menyerahkan sebuah naskah, yang ternyata berisi kisah hidupnya, khususnya yang berkenaan dengan [...]